PPP

PPP
Ka'bah, kiblat dimana kita sholat, lambang persatuan umat Islam, di sinilah kita beraqidah yang sama, membangun bangsa dan negara yang sama dengan menampatkan Islam sebagai sumber motivasi dan insfirasi setiap gerakan dan keputusan yang kita ambil
DEWAN PIMPINAN CABANG PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN KABUPATEN WONOGIRI MENGAJAK SELURUH LAPISAN MASYARAKAT MENGUKUHKAN DIRI

Thursday, 29 December 2011


PROPOSAL
KONVENSI MASJID DAN SOSIALISASI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH 
KERJA SAMA
DPC.PPP KABUPATEN WONOGIRI DENGAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

1.       Latar Belakang masalah

        Peranan Masjid di Era Rosululloh Muhammad SAW  sangat  sentral dalam pengembangan dakwah Islam. Dengan peran masjid yang sangat sentral tersebut Islam berhasil di dakwahkan ke seluruh dunia. Peran sentral dimaksud antara lain; (1.) Tempat ibadah (shalat, zikir).(2. )Tempat konsultasi dan komunikasi (masalah ekonomi-sosial budaya).(3) Tempat pendidikan.(4) empat santunan sosial.(5) Tempat latihan militer dan persiapan alat-alatnya.(6) Tempat pengobatan para korban perang.(7) Tempat perdamaian dan pengadilan sengketa.(8) Aula dan tempat menerima tamu.(9.)Tempat menawan tahanan, dan (10) Pusat penerangan atau pembelaan agama.
        Ke sepuluh peran masjid di era Rosululloh tersebut, sudah mengalami pergeseran meskipun di negara Indonesia umat Islam menjadi mayoritas. Masjid di Indonesia secara umum hanya difungsikan sebagai tempat sholat dan dzikir, sedangkan hal-hal lain yang bersifat  duniawai seperti masalah ekonomi, sosial, budaya, dan politik dikonsultasikan dengan pihak-pihak luar masjid. Akhirnya umat Islam banyak yang terjebak sistem ekonomi,    budaya, sosial, dan politik yang bertentangan dengan norma – norma islam.  Karena biasa melakukan konsultasi dengan pihak luar masjid baik dibidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik dengan pihak-pihak diluar masjid, maka yang terjadi adalah lahirnya budaya yang serba kapitalis, yang pada akhirnya merusak umat Islam. Yang paling menyakitkan adalah budaya politik yang transaksional, sehingga melahirkan budaya korup di lembaga legeslatif maupun eksekutif seperti yang sekarang ini.  Budaya  korupsi yang tersistem secara masif tersebut, telah merugikan rakyat khususnya umat Islam, karena anggaran negara yang bisa digunakan untuk menyantuni anak yatim dan fakir miskin dirampas dengan dengan cara legal melalui penyusunan undang-undang / Peraturan daerah (Perda) Akibat budaya korupsi yang terstruktur secara baik sampai akhirnya sulit dibongkar. Budaya korupsi telah menggulung hak- hak rakyat, akhirnya ribuan rakyat yang umumnya umat Islam hidup miskin dan menempati rumah- rumah tidak layak huni, tanpa tempat tidur, tanpa sarana air bersih, mereka juga tidak mendapatkan pendidikan yang memadai.

        Menyadari hal tersebut di atas, DPC.PPP Kabupaten Wonogiri terpanggil untuk mengembalikan fungsi masjid sebagaimana di era Rosululloh, Fungsi masjid yang dikembangkan di kabupaten Wonogiri dengan mengacu di zaman nabi adalah (1.) Tempat ibadah (shalat, zikir). (2)Tempat konsultasi dan komunikasi (masalah ekonomi-sosial budaya). (3) Tempat pendidikan. (4) empat santunan sosial. Upaya DPC.PPP Kabupaten Wonogiri untuk mengembalikan fungsi masjid sebagaimana tersebut di atas diawali dengan adanya Seminar Pemberdayaan takmir masjid yang diselenggarakan DPC.PPP Kabupaten Wonogiri pada tanggal 27 Desemmber 2011 atau bertepatan dengan tanggal 1 Muharom 1433 H di gedung SKB Bulusulur wonogiri yang dihadiri 473 masjid dengan peserta lebih dari 1000 orang. Semula, DPC.PPP hanya mempersiapkan seminar tersebut hanya  untuk 200 orang saja, akan tetapi diluar dugaan meskipun tidak mendapatkan undangan karena mendengar ada seminar pemerdayaan takmir maka takmir masjid yang lain ikut serta. Kehadiran para takmir masjid tersebut sungguh membahagiakan kami, meskipun harus bersuyah payah menyediakan segala sesuatunya.
        Pasca seminar pemberdayaan takmir masjid, DPC.PPP kabupaten wonogiri seperti mendapatkan energi baru  untuk berkarya lebih baik, karena banyak sekali sms dari para takmir masjid yang menginginkan DPC .PPP melakukan kegiatan-kegiatan semacam

2.       Konvensi Masjid
Seminar pemberdayaan takmir masjid yang diselenggarakan DPC.PPP Kabupaten Wonogiri pada tanggal 27 Nopember 2011 bertepatan dengan tanggal 1 Muharom 1433 H, yang dihadiri lebih dari 1000 orang telah memberikan harapan baru bagi bangkitnya kesadaran umat untuk membangun kekuatan sosial (civil society) yang pada akhirnya akan berdampak lahirnya kekuatan ekonomi keumatan. Dampak dari acara seminar pemberdayaan takmir masjid tersebut, banyak takmir yang menghendaki DPC.PPP Wonogiri untuk mengadakan kegiatan lanjutan.
Menanggapi aspirasi sebagian besar peserta seminar pemberdayaan takmir masjid tersebut, DPC.PPP Kabupaten Wonogiri berencana untuk mengadakan konvensi masjid yang akan diselenggarakan di tiap- tiap kecamatan di seluruh kabupaten wonogiiri (25 kali kegiatan). Adapun tujuan konvensi masjid tersebut adalah :
a)      Menyamakan persepsi tentang peranan masjid sebagaimana telah dikembangkan di era Rosululloh disamping sebagai tempat menjalankan sholat, berdzikir, juga merupakan tempat untuk pembinaan kader dakwah, konsultasi dibidang ekonomi Islam, dan pembinaan kehidupan moral Islami
b)      Membangun konsultasi intensif antar takmir masjid sehingga dicapai kesamaan dalam gerakan dakwah, pendidikan, dan pengembangan ekonomi Islam,
c)       Menyamakan persepsi untuk menempatkan kader- kader umat Islam untuk dapat di ajukan sebagai calon Anggota DPR/ DPRD agar aspirasi umat Islam dapat tersalurkan secara intensif di lembaga legeslatif, baik dalam bidang pendidikan, pembinaan kehiduapan beragama, ekonomi kerakyatan (keumatan) , perlindungan hukum, dan lain -lain

Peserta : Pesrta konvensi masjid adalah utusan pengurus takmir masjid yang ada di desa-desa se wilayah kecamatan tempat dilaksanakannya konvensi atau sekitar 300 orang
3.       Penawaran kerja sama
Jumlah Masjid / Mushola di wonogiri ada 3.000 unit yang tersebar di 294 desa / kelurahan, sedangkan jumlah Umat Islam Wonogiri berdasarkan data kependudukan mencapai 90 % atau sekitar 1.080.000 jiwa.  Jumlah yang sangat besar dan sangat potensial untuk pengembangan ekonomi, dan pengembangan sosial serta dakwah/ pendidikan.
        Karena berbagai keterbatasan yang kami miliki, DPC. PPP menawarkan kerja sama dengan lembaga keuangan syariah untuk memberdayakan takmir masjid sehingga masjid dapat digunakan sebagai tempat konsultasi dan komunikasi dalam masalah ekonomi. Harapan kami dengan kerja sama dengan lembaga keuangan syariah ini, umat Islam Wonogiri yang saat ini menjadi nasabah lembaga-lembaga ekonomi sekuler dapat dicegah, dikurangi dan dihentikan, sehingga ke depan umat Islam Wonogiri berdaya secara ekonomi. Bagi peran yang dapat kami tawarkan dengan lembaga keuangan syariah adalah sebagai berikut :
a)      DPC.PPP Kabupaten Wonogiri sebagai lembaga sosial politik memberikan fasilitas dengan cara mengundang seluruh pengurus takmir masjid terdiri ketua, sekretaris dan bendahara  untuk bisa hadir dalam acara konvensi masjid atau setiap pertemuan rata- rata dihadiri 300 orang. 
b)      Sedangkan lembaga keuangan syariah memberikan fasilitas untuk biaya kunsumsi dan fasilitas lain guna menunjang terlaksananya kegiatan konvensi masjid
4.       Waktu pelaksanaan dan acara kegiatan:
a)      Waktu dan jadwal pelaksanaan akan diatur oleh DPC.PPP Kab. Wonogiri  pada bulan Januari 2011,
b)      Sedangkan susunan acara konvensi masjid sebagai berikut :
1)       Pembacaan ayat Suci Al-Quran
2)       Pembukaan oleh DPC.PPP sekaligus menjelaskan latar belakang dilaksanakan Konvensi, maksud dan tujuan yang ingin di capai dalam konvensi Masjid
3)      Tanya jawab dengan peserta
4)      Sosialisasi lembaga Keuangan syariah
5)      Doa/ penutup
5.       Pembiayaan
       DPC.PPP Wonogiri dan donatur
6.       Kepanitiaan
DPC.PPP Kabupaten Wonogiri dengan PAC PPP di masing-masing kecamatan
7.       Penutup
Demikian, proposal ini disusun untuk digunakan sebagaimana mestinya, semoga alloh SWT meridloi perjuangan kita.


Wonogiri, 30 Desember 2011
Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Wonogiri
Ketua                                                            Sekretaris



Anding Sukiman, S.Pd                            Murwan suhudi, SH

No comments:

Post a Comment

Membuka Musywil PPP

Membuka Musywil PPP
Ketua Umum PPP Surya darama ali saat membuka musywil PPP Jawa tengah

Ahmad yani, SH, MH tokoh muda PPPyang vokal di senayan

Ahmad yani, SH, MH tokoh muda PPPyang vokal di senayan

Kompak bersama Tim Pememangan Bupati

Kompak bersama Tim Pememangan Bupati
Tampak pada gambar Ketua PPP Wonogiri Anding Sukiman, S.Pd pakai antribut PPP, bersama Yulinadoko Wakil Bupati , Danar Rahmanto (bupati Wonogiri) dan Imawati Usawatun Chasanah, SH.M.Kn (Bendahara PPP) saat menandatangani kontrak politik dengan cabub dan cawabub

ini buktinya

ini buktinya
Ketua PPP Wonogiri yg juga sekretaris Tim Medalimas, menunjukan banrang bukti berupa baju batik yang disita oleh Tim Medali Mas saat Pemilu kada, tapi itu masa lalu yang penting sekarang maju bersama membangun wonogiri dan melupakan masa lalu, hehehehe

Ketua Umum PPP

Ketua Umum PPP
Ketua Umum PPP Surya Darma Ali saat muktamar PPP di bandung

statstik pengunjung

SRIKANDI PPP

SRIKANDI PPP
PPP sebagai partai politik senantiasa memberi peluang kepada seluruh potensi bangsa termasuk para sikandi partai, tampak Marisa Haq dan Emila Countesa, dari kalangan arti yang masuk PPP

Pemilu 2009

Pemilu 2009
Massa PPP saat mengikuti kampanye pada Pemilu Legeslatif 2009, dan siuap memenangkan pada Pemilu legeslatif 2014

Ketua DPC.PPP Kab. Wonogiri bersama istri

Ketua DPC.PPP Kab. Wonogiri bersama istri
Ketua DPC.PPP Kab. Wonogiri Anding Sukiman, S.Pd bersama Istri Dra. Dewi Purnamawati, siap memenangkan PPP Kabupaten Wonogiri Pada Pemilu 2014, berusaha membangun jaringan 3000 takmir masjid yang menyebar di seluruh kabupaten wonogiri

Follow by Email

Followers