PPP

PPP
Ka'bah, kiblat dimana kita sholat, lambang persatuan umat Islam, di sinilah kita beraqidah yang sama, membangun bangsa dan negara yang sama dengan menampatkan Islam sebagai sumber motivasi dan insfirasi setiap gerakan dan keputusan yang kita ambil
DEWAN PIMPINAN CABANG PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN KABUPATEN WONOGIRI MENGAJAK SELURUH LAPISAN MASYARAKAT MENGUKUHKAN DIRI

Sunday, 20 November 2011

MENGEMBALIKAN FUNGSI MASJID SEBAGAI PUSAT PEMBINAAN KADER DAKWAH



 

ROPOSAL SEMINAR PEMBERDAYAAN
TAKMIR MASJID
SE KABUPATEN WONOGIRI


I.                    PENDAHULUAN

        Masjid bagi Umat Islam ibarat ikan dengan air, keberadaan umat Islam tidak akan lepas dari Masjid. Karena itu, apabila keberadaan masjid di Kabupaten Wonogiri yang jumlah sekitar 3.000 unit dengan jumlah penduduk yang beragama Islam hampir 1.000.000 jiwa diberdayakan tentu akan menjadi potensi yang luar biasa baik dari sisi sosial, politik, ekonomi dan buadaya. Akan tetapi, sekarang peran dan fungsi masjid jika dibanding di era Rosullulloh telah mengalami pergeseran.
        Di era Rosullulloh  Muhammad SAW, setidak-tidaknya ada 10  fungsi masjid  yaitu sebagai : (1)  tempat ibadah (sholat dan zikir), (2) tempat konsultasi dan komunikasi ( masalah ekonomi, sosial, politik dan budaya), (3) tempat pendidikan, (4) tempat santunan sosial, (5) tempat latihan perang dan mempersiapkan alat-alatnya (6)  tempat pengobatan para korban perang (7) tempat perdamaian dan pengadilan sengketa (8) aula dan tempat menerima tamu (9) tempat menawan tahanan (10) tempat penerangan atau pembelaan agama . Peran dan fungsi masjid yang begitu luas di era Rosululloh akhirnya mampu membawa pengaruh kehidupan masyarakat  yang menjunjung tinggi nilai, norma, dan jiwa agama.  Masjid di era Rosululloh mampu menjadi pusat kebudayaan, pengembangan ekonomi, pendidikan, kesehatan, pelatihan militer dll tersebut terjadi tidak lain karena kemampuan pengelolanya (takmir)
        Di era sekarang,  setelah Indonesia merdeka, perang tidak ada, pendidikan formal tumbuh dimana-mana, sarana kesehatan berdiri di semua ibu kota kecamatan dan sebagian sudah berdiri di desa, militer ditangani oleh Pemerintah dan sudah dibangun markas- markas tentara dengan peralatan perang yang modern, masjid telah kehilangan peran. Satu – satunya peran dan fungsi masjid hanya sebagai tempat ibadah (sholat dan zikir). Padahal disisi lain,  sholat dan zikir bisa dilakukan dimana saja sesuai kondisi dan situasi, sehingga banyak masjid yang dibiarkan kosong tanpa penghuni atau hanya digunakan pada saat waktu sholat, waktu jumatan. Akibat kurang berfungsinya  masjid sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan umat Islam, maka wajar apabila banyak majelis-majelis taklim yang hanya dihadiri kaum tua, sedangkan angkatan muda menghadiri majelis-majelis lain yang terkadang merusak moral generasi muda. 
        Meskipun peran dan fungsi masjid yang telah terjadi pergeseran namun dari tahun ke tahun semangat umat Islam untuk membangun masjid tetap tinggi, di mana-mana telah didirikan masjid bahkan ada yang satu Rt dengan penghuni tidak lebih dari 50 KK didirikan 2 unit masjid.  Namun demikian meski masjid telah banyak berdiri, tetapi karena perubahan zaman masyarakat islam tidak sereligius seperti di era Rosululloh. Bahkan keberadaan masjid di wonogiri lebih banyak sebagai simbul atau monumen keagamaan, sementara perilaku masyarakat  yang mayoritas muslim ini lebih banyak mengacu ke peradapan modern yang sekuler. Kondisi ini dapat kita lihat, makin banyak  kasus-kasus narkoba, perampokan, perjudian, perselingkuhan, pembunuhan tanpa alasan, perceraian dalam keluarga, kenakalan remaja. Intinya keberadaan masjid tidak sejalan dengan kondisi moral dan mental umat yang makin menurun. Dari sisi ekonomi, kebanyakan umat Islam tetap  miskin, pendidikan formal rendah, kesehatan rendah gizi buruk, pengangguran dan kondisi lain yang mencemaskan.
        Apakah kondisi umat Islam yang dari sisi ekonomi yang lemah, pendidkan, rendah dan lain-lain tersebut tidak ada di antara mereka yang menyeru kebaikan dan perbaikan keadaan ?  Tentu masih ada sebagian di antara mereka yang menyeru kebaikan, Masih banyak angkatan muda Islam yang aktif mendirikan Taman Pendidikan Al-Qur’an, juga tetap masih ada majelis – majelis taklim ditenag-tengah masyarakat.
       
II.                  Dasar Pemikiran
        Berdasarkan uraian  pada pendahuluan di atas maka  Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Wonogiri memandang perlu  upaya untuk memberdayakan takmir masjid. Peran dan fungsi masjid harus ditingkatkan di samping sebagai tempat sholat dan berzikir, harus ditambah sebagai tempat untuk pendidikan pengembangan Islam, forum konsultasi dan komunikasi baik masalah sosial, budaya, ekonomi dan politik sebagaimana di atur di dalam Al- Qur’an.  Fungsi masjid  seharusnya menjadi pengembang sistem ekonomi Islam sebagaimana di ajarkan Rosululloh dan Alqur’an.  Demikian juga masalah  sosial, politik dan  budaya Islam harus tercermin dari masjid.
        Pada kondisi umat Islam Wonogiri yang secara ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan politik yang sangat lemah sekarang ini tentu mengharapkan dari  para aktivis masjid sangat berat. Melalui seminar pemberdayaan takmir masjid ini, DPC.PPP kabupaten Wonogiri mendorong lahirnya pemikiran baru sekaligus membuka peta  jalan untuk menuju kejayaan umat Islam. Saat ini, sesungguhnya umat Islam Kabupaten Wonogiri mempunyai peran politik untuk menentukan jalan masa depannya karena Bupati Wonogiri Bapak H Danar Rahmanto sebagai pemegang kebijaksanaan tertinggi di kabupaten Wonogiri di usung oleh partai Islam (PPP) dan partai berbasis masa Islam lainnya. Dengan posisi politik yang cukup strategis ini, seharusnya peran politik umat Islam ikut terdongkrak dan mampu mewarnai jalannya pemerintahan kabupaten Wonogiri pereode 2010 - 2015
        Dasar pemikiran perlunya dilaksanakan seminar pemberdayaan Takmir Masjid ini sejalan dengan program perjuangan PPP sebagai Partai Islam dan sejalan dengan visi dan misis Bupati Wonogiri pereode 2010 -2015, mewujudkan masyarakat adil, makmur sejahtera dan terbangunnya masyarakat yang berakhlaq mulia.
III.                Tujuan

Semeninar sehari “ Pemberdayaan Takmir masjid “ yang diselenggrakan DPC.PPP kabupaten Wonogiri bertujuan antara lain :
1)      Terjadinya kesamaan pandang antar takmir masjid se kabupaten Wonogiri dalam menjaga dan mengelola masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam baik dibidang ibadah (sholat, zikir), pendidikan dan dakwah, pengembangan sistem ekonomi Islam, tempat konsultasi dan komunikasi dibidang sosial, budaya, ekonomi dan politik
2)      Terbangunnya  aliansi strategis antara Takmir Masjid dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri sehingga tercapai keterpaduan gerak dan langkah menuju pembangunan  Sumber Daya Insani menjadi insan yang bertaqwa dan berakhlaq mulia
3)      Terbangunnya komunikasi antar takmir masjid se kabupaten Wonogiri sehingga membuka jalan kerja sama antar takmir dalam bidang pengembangan ekonomi, pendidikan dan dakwah serta sektor  - sektor lain yang bernilai positifi
4)      Terbangunnya komunikasi dan peran Pemerintah dengan Takmir masjid  sehingga terbangun sinergi kekuatan strategis untuk membangun Sumber Daya Insani, yang bertaqwa dan berakhlaq mulia.

IV.                Peserta dan jumlah peserta
Peserta seminar Pemberdayaan takmir Masjid se kabupaten Wonogiri yang diselenggarakan oleh DPC.PPP Kabupaten Wonogiri diharapkan diikuti  sebanyak 300 peserta terdiri dari unsur  :

1)       Pemerintah Kabupaten Wonogiri
2)      Pemerintah desa / kelurahan
3)      Pengurus takmir Masjid se kabupaten Wonogiri atau perwakilan masing-masing kecamatan dan atau desa
4)      Para aktivis masjid
5)      Guru ngaji
6)      Mahasiswa dan pelajar Islam
7)      Dosen/ perguruan tinggi
8)      Wartawan

V.                  Nara Sumber

Nara Sumber dalam kegiatan seminar  ini:
1)      Bapak DR. Muinidinillah Basri, MA  (Dosen Pasca sarjana UMS) “ Peran takmir masjid dalam Pengembangan Dakwah, Ekonomi dan Pendidkan “
2)       Bapak H. Makmun Halim Tohari, SH, MH ( Ketua DPP.PPP) “ Peran Politik Umat Islam Dalam Pembangunan Bangsa”
3)      Bapak  Maryanto, S.Sos (Kabag Kesra Pemkab Wonogiri ) “ Peran Pemerintah Kabupaten Dalam Pemberdayaan Takmir Masjid “

VI.                Moderator : Immawati Uswatun Chasanah, SH, M.Kn
VII.              Notulen       : Murwan Suhudi, SH
                          Haryoto, S.Pd
VIII.            Kepanitiaan
1)      Ketua                                    : Murwan Suhudi, SH
2)      Wakil Ketua                       :  Dangi Darmanto
3)      Wakil Ketua                       : Haryoto, S,Pd
4)      Sekretaris                           : Hisyam
5)      Bendahara                          : Immawati Uswatun Chasanah SH, M.Kn

IX.                 Pelaksanaan
Pelaksanakan sbb:
Hari dan tanggal                        :  Minggu,  27 Nopember 2011
Waktu                                           :  jam 08.00 s/d 15.00
Tempat                                        :  Gedung Giriwahana
                                                   Komplek GOR Girimandala Wuryorejo Wonogiri
Peserta                                        : 300 orang
X.                  Jadwal Pelaksanaan
(terlampir)
XI.                Aanggaran Pelaksanaan
(terlampir)
XII.              Penutup
Demikian proposal kegiatan seminar pemberdayaan masjid yang kami haturkan semoga alloh SWT meridloi Perjungan kita.
       

No comments:

Post a Comment

Membuka Musywil PPP

Membuka Musywil PPP
Ketua Umum PPP Surya darama ali saat membuka musywil PPP Jawa tengah

Ahmad yani, SH, MH tokoh muda PPPyang vokal di senayan

Ahmad yani, SH, MH tokoh muda PPPyang vokal di senayan

Kompak bersama Tim Pememangan Bupati

Kompak bersama Tim Pememangan Bupati
Tampak pada gambar Ketua PPP Wonogiri Anding Sukiman, S.Pd pakai antribut PPP, bersama Yulinadoko Wakil Bupati , Danar Rahmanto (bupati Wonogiri) dan Imawati Usawatun Chasanah, SH.M.Kn (Bendahara PPP) saat menandatangani kontrak politik dengan cabub dan cawabub

ini buktinya

ini buktinya
Ketua PPP Wonogiri yg juga sekretaris Tim Medalimas, menunjukan banrang bukti berupa baju batik yang disita oleh Tim Medali Mas saat Pemilu kada, tapi itu masa lalu yang penting sekarang maju bersama membangun wonogiri dan melupakan masa lalu, hehehehe

Ketua Umum PPP

Ketua Umum PPP
Ketua Umum PPP Surya Darma Ali saat muktamar PPP di bandung

statstik pengunjung

SRIKANDI PPP

SRIKANDI PPP
PPP sebagai partai politik senantiasa memberi peluang kepada seluruh potensi bangsa termasuk para sikandi partai, tampak Marisa Haq dan Emila Countesa, dari kalangan arti yang masuk PPP

Pemilu 2009

Pemilu 2009
Massa PPP saat mengikuti kampanye pada Pemilu Legeslatif 2009, dan siuap memenangkan pada Pemilu legeslatif 2014

Ketua DPC.PPP Kab. Wonogiri bersama istri

Ketua DPC.PPP Kab. Wonogiri bersama istri
Ketua DPC.PPP Kab. Wonogiri Anding Sukiman, S.Pd bersama Istri Dra. Dewi Purnamawati, siap memenangkan PPP Kabupaten Wonogiri Pada Pemilu 2014, berusaha membangun jaringan 3000 takmir masjid yang menyebar di seluruh kabupaten wonogiri

Follow by Email

Followers