PPP

PPP
Ka'bah, kiblat dimana kita sholat, lambang persatuan umat Islam, di sinilah kita beraqidah yang sama, membangun bangsa dan negara yang sama dengan menampatkan Islam sebagai sumber motivasi dan insfirasi setiap gerakan dan keputusan yang kita ambil
DEWAN PIMPINAN CABANG PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN KABUPATEN WONOGIRI MENGAJAK SELURUH LAPISAN MASYARAKAT MENGUKUHKAN DIRI

Thursday, 30 August 2012

Nusron Wahid, ada apa denganmu?






CATATAN BUAT NUSRON WAHID (Ketua GP Anshor NU)



Oleh : Dewan Immah Nusantara, 



           

Menanggapi Kedatangan Irshad Manji dan Lady Gaga, Pernyataan ngawur juga datang dari Nusron Wahid, ketua GP Anshor itu mengatakan bahwa kebenaran hanya milik Allah, manusia tidak punya hak untuk menilainya.
Pernyataan itu memang benar, semua orang mukmin harus berkeyakinan demikian, karena inilah prinsip ajaran Allah dalam al-Qur'an. Namun sangat tidak benar ketika pernyataan ini menjadi dalil untuk membela kemaksiatan, kemungkaran, kedzaliman dan lain-lain. Hal ini persis apa yang pernah diutarakan oleh sayyidina Ali RA:
كَلِمَةُ حَقٍّ وَأُرِيدَ بِهَا الْبَاطِل
“Ucapan yang haq namun yang dikehendaki adalah kebathilan.”
Begitu juga sangat tidak benar ketika yang dimaksudkan ialah manusia tidak mempunyai otoritas dalam mengevaluasi kebenaran secara mutlak. Karena Allah dalam al-Qur'an sangat mengutuk orang yang tidak menggunakan akalnya untuk meyakini kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah, penyampai ajaran-ajaran Allah di muka bumi. Ini menunjukkan bahwa Allah melalui al-Qur'an memberi ruang kepada manusia untuk menggunakan akalnya dalam memahami al-Qur’an, sehingga bisa mengamalkan ajaran-ajaran Allah dalam al-Qur'an itu sendiri dan hadits Rasulullah.
Nyelenehnya lagi Ketua Banser Ansor, Nusron Wahid menilai polisi telah bertindak zalim. Polisi makan uang rakyat. Ia mempertanyakan tindakan polisi yang telah membubarkan diskusi Irshad Manji di Pasar Minggu, termasuk pihak UGM yang telah melarang Manji untuk bicara dalam acara yang serupa.
“Kenapa diskusi dilarang. Ini seperti kembali pada zaman Soeharto dulu. Jika ada buku Irshad Manji yang salah dan dianggap menyimpang, sebaiknya ikuti saja mekanisme yang ada, yakni mengajukan ke Kajagung, lalu diputuskan bahwa buku Irshad Manji dilarang”.
Nusron mengaku tidak sependapat dengan pemikiran Irshad Manji, dan ia juga tidak menyalahkan pendapat teman-teman FPI yang menilai buruk soal Manji maupun Lady Gaga.
Lucunya ketika ditanya anda tahu Lady Gaga? Nusron dengan polos dan terus terang, ia tidak tahu menahu soal sosok Lady Gaga sesungguhnya. Meskipun tidak tahu, ia mendukung kehadiran Lady Gaga untuk konser di Indonesia, lagi-lagi atas nama kebebasan berekspresi. Menurutnya, masyarakat Muslim tidak akan murtad, dan menjadi setan, sekalipun Lady Gaga hadir di Indonesia.
Sebagai seorang politikus, sekaligus Ketua Anshar, dalam berdiskusi seharusnya mengedepankan keilmiahan, menggunakan sudut pandang agama, tidak hanya asal ngomong atau mungkin Nusron sudah menjadi mitra kelompok liberal, sehingga matian-matian membela kehadiran Irshad Manji dan Lady Gaga. Dengan tanpa malu dan canggung menjadi keamanan saat diskusi dan bedah buku “Allah, Liberty and Love” karya Irshad Manji di komunitas Salihara di Pasar Minggu Jakarta Selatan, yang akhirnya dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian dan masyarakat setempat.
Dalam membela Tokoh Lesbianisme penghina nabi Muhammad SAW Irshad Manji dan ratu iblis Lady Gaga, Nusron berdalih bahwa itu adalah bagian dari kebebasan berpendapat dan berekspresi.
Pernyataan Nusron ini sangat kebablasan, apakah Nusron tidak tahu atau dia menjadi antek kelompok liberal, sehingga matian-matian membela kemungkaran dengan dalih kebebasan berpendapat dan berekspresi. Apakah dia juga tidak tahu kalau dalam buku-buku dan situs pribadinya Irshad manji itu bukan hanya promosi lesbi. Tetapi, dia juga sangat menghina Nabi Muhammad SAW dan ragu terhadap al-Quran. Bahkan, lebih dari itu, dalam situs pribadinya www.irshadmanji.com tampak jelas, bagaimana dukungan si Manji terhadap penjahat penghina Nabi Muhammad SAW, Salman Rushdie 'sang kreator ayat-ayat syetan'. Begitu juga Aksi penyanyi ratu iblis Lady Gaga tersebut tidak sesuai dengan kultur dan kepribadian bangsa, agama dan etika bangsa Indonesia. Mestinya bagi yang berakal seorang Irshad Manji harus dihukum mati karena dia telah menghina Nabi SAW dan menggugat kesempurnaan al-Qur’an. Dalam sejarah diceritakan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk membunuh Abdullah bin Khothol beserta dua budaknya karena mereka telah menghina Rasulullah SAW.
وَقَدِ اسْتَثْنَى رَسُولُ الله صلى الله عليه و سلم أُنَاسًا مِنَ الدُّخُول فِي الأَمان وَأَمَر بِقتْلهم وَهُم خمَسَة عشر مَا بَيْنَ رَجُل وَامرأةٍ وهذِه أَسْماَؤهم منهم عَبْدُ الله بن خَطَل وَقَيْنتَان كَانَتا عِنْد عبدِ الله بن خطل تَغْنِيان بِهِجاء النبي صلى الله عليه و سلم وَالْمُسلِمين. [محمد رسول الله]
“Dan Rasulullah mengecualikan beberapa orang, sehingga mereka tidak termasuk orang yang mendapatkan keamanan (walaupun masuk ke dalam rumah Abu Sufyan atau ke dalam Masjidil Haram) dan memerintahkan untuk membunuh mereka. Mereka berjumlah lima belas orang laki-laki dan perempuan. Di antaranya ialah Abdullah bin Khotol dan dua orang budaknya yang bernyanyi dengan menghina Nabi SAW dan orang-orang Islam."
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ جَحَدَ آيَةً مِنْ الْقُرْآنِ فَقَدْ حَلَّ ضَرْبُ عُنُقِهِ. [رواه ابن ماجه وابن جرير]
“Dari Ibnu Abbas, beliau berkata: Rasulullah bersabda: Barangsiapa mendustakan satu ayat dari al-Qur’an maka halal memenggal lehernya.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Jarir)
Kalau ada waktu Nusron perlu mengingat kembali, bahwa kebebasan berekspresi itu dibatasi oleh adab, syari’ah dan etika. Ketika kebebasan itu melewati tiga hal tadi maka kebebasan berubah wajah menjadi kenistaan. Kebebasan yang tak terbatas sesungguhnya tidak rasional. Itu hanya berlaku hanya untuk masyarakat yang primitif tidak memiliki keadaban seperti yang di jargonkan Ulil abshar dan antek-anteknya.
Logika "kebebasan berpendapat dan berekspresi tanpa batas terbukti tidak tepat dan tidak diterima di mana saja". Di Indonesia, misalnya sudah lama dilarang penyebaran paham komunisme. Bagaimana dengan penyebaran paham lesbianisme yang juga sangat besar tingkat kejahatannya? Jadi, manusia yang waras otaknya, pasti akan menolak konsep kebebasan yang tanpa batas.
Mas Nusron jangan menilai Lady Gaga dan Irshad Mandji dari satu sisi saja, jangan menggunakan nalar ndeso tapi juga harus bisa menyerap dan memahami apa di balik Irshad Mandji dan Lady Gaga dan icon sederet penyanyi dunia lainnya. Sadarkah Mas Nusron berapa persen dari hasil pundi-pundi Lady Gaga disisihkan untuk membeli peluru dan senjata yang kemudian untuk membantai saudara-saudara kita umat Islam di Palestina?. Jangan hanya tahunya saja “kebebasan berpendapat dan berekspresi” dimana kalimat tersebut sudah dimanfaatkan dengan baik oleh Yahudi-Zionis.
Nyelenehnya lagi Ketua Banser Ansor, Nusron Wahid itu menilai polisi telah bertindak dhalim. Polisi makan uang rakyat. Ia mempertanyakan tindakan polisi yang telah membubarkan diskusi Irshad Manji di Pasar Minggu, termasuk pihak UGM yang telah melarang Manji untuk bicara dalam acara yang serupa.
“Kenapa diskusi dilarang. Ini seperti kembali pada zaman Soeharto dulu. Jika ada buku Irshad Manji yang salah dan dianggap menyimpang, sebaiknya ikuti saja mekanisme yang ada, yakni mengajukan ke Kajagung, lalu diputuskan bahwa buku Irshad Manji dilarang,”
Nusron Wahid perlu tahu, bahwa sosok seperti Irshad Manji dan Lady Gaga telah melanggar PNPS No. 1 tahun 1965 tentang penodaan agama. “Sosok seperti Irshad Manji, sejak awal bermasalah dengan buku-buku yang ditulisnya. Ia juga yang mensupport keberadaan Gay Muslim. Dalam websitenya, Manji yang dekat dengan Salman Rusydi -- penulis ayat-ayat Setan-- menyerang agama Islam dan Rasulullah Saw. Lebih dari itu Manji pun menggugat kesempurnaan Al-Qur’an.
Dari segi hukum, kegiatan diskusi buku di Salihara telah melanggar UU no 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyatakan pendapat. Sementara buku Irshad Manji bukanlah hasil penelitian, bukan pula hasil dokumentasi, tetapi sepenuhnya pendapat pribadi. Disamping itu, acara yang digelar Komunitas Salihara tidak ada pemberitahuan. Jika tidak ada pemberitahuan, polisi berhak untuk membubarkan. sehingga sah secara hukum.
Begitu juga, atas dasar pertimbangan keamanan, Polri punya kewenangan untuk tidak memberi rekomendasi digelarnya konser Lady Gaga di Jakarta. Jika polisi mengizinkan seluruh tontonan, maka tugas polisi tak ubahnya tukang cap saja. Juga tidak bisa dikatakan, polisi didesak dan mendapat tekanan dari kelompok tertentu. Adalah mustahil, jika polisi merasa terancam oleh ormas yang tidak menghendaki konser Lady Gaga digelar.
Perbedaan tajam bisa menimbulkan potensi kerawanan dalam masyarakat. Sebagai penegak hukum, polisi tunduk pada aturan hukum yang berlaku. Bagaimana pun polisi harus melayani masyarakat yang majemuk. Kedua belah pihak akan didengar suaranya, kemudian polisi akan menimbang-nimbang setiap masukan dari masyarakat, untuk kemudian diambil sebuah keputusan.
“Tidak diberinya rekomendasi oleh Polda Metro jaya adalah untuk menghindari kerawanan, sekaligus pemeliharaan keamanan. Sebuah acara memang harus mendapat izin dari Mabes Polri berdasarkan rekomendasi dari Polda, Dinas Parawisata dan pemilik tempat atau lahan. Jika ada surat pemberitahuan, polisi akan melakukan pengamanan”.
Nusron yang dalam setiap pernyataannya masih sering menyebut nama GusDur itu, juga mengkritik tentang pengkrusakan gedung LKiS, ”Gedung nggak punya salah,kok dirusak” katanya dengan nada tinggi.
Monggo pak Nusron kita perlu mengingat kembali peristiwa masjid Dziror. Yaitu masjid yang dibangun atas prakarsa orang Munafik-Nashrani bernama Abu Amir ar-Rahib untuk menandingi masjid Quba’, sehingga keberadaan masjid ini membahayakan. Allah berfirman:
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلا الْحُسْنَى وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ لا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا [التوبة : 107 - 108]
“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang Telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." dan Allah menjadi saksi bahwa Sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).”
“Janganlah kamu bersembahyang dalam masjid itu selama-lamanya.” (QS. At-Taubah: 107-108)
Akhirnya Rasulullah memerintahkan para shahabat untuk merusak dan membakarnya. Rasulullah bersabda:
انْطلِقُوا إِلىَ هذَا المَسْجدِ الظَّالمِ أهلُه فاهدمُوهُ واحْرِقُوهُ.
“Berangkatlah kalian menuju masjid yang dzalim para penghuninya itu lalu binasakan dan bakarlah masjid tersebut.” [ ]
Begitu juga dalam tarikh-tarikh islam Orang yang mengetahui sunnah Nabi SAW, tidak mengingkari bahwa pada zaman Khulafa’ Rasyidun juga terjadi semacam pembunuhan dan penyiksaan. Ketika tidak ada kemaslahatan kecuali membakar mushaf maka pendapat yang sesuai dengan mashlahat tersebutlah yang diikuti, sayyidina Abu Bakar pernah pernah membakar orang yang berbuat shodomi, sayyidina Ali RA juga pernah membakar orang-orang khowarij dan sayyidina Umar bin al-Khoththob RA juga pernah membuang dan mengasingkan Nashr bin Hajjaj di luar kota Madinah, membakar warung khomr, membakar rumah mewahnya Sa’d bin Abi Waqqos dan lain-lain. Sayyidina Utsman pernah membakar seluruh mushaf yang bertentangan dengan lisan Quraisy dan lain sebagainya.[ ]
Seharusnya pak Nusron bersikap tegas untuk membongkar kebobrokan kemungkaran Lady Gaga dan Irshad Manji yang jelas-jelas mempropagandakan hubungan sejenis dan perilaku pornografi. Kedua kiai itu seharusnya menyampaikan ayat-ayat tentang ancaman dan adzab Allah terhadap kaum yang ingkar. Bukan malah memojokkan sesama umat Islam sendiri. Inilah yang diinginkan kaum munafik kelompok liberal dan pendukungnya.
Sarang, 31 Mei 2012

PP AL-ANWAR PUSAT KARANGMANGU, SARANG, REMBANG JAWA TENGAH

No comments:

Post a Comment

Membuka Musywil PPP

Membuka Musywil PPP
Ketua Umum PPP Surya darama ali saat membuka musywil PPP Jawa tengah

Ahmad yani, SH, MH tokoh muda PPPyang vokal di senayan

Ahmad yani, SH, MH tokoh muda PPPyang vokal di senayan

Kompak bersama Tim Pememangan Bupati

Kompak bersama Tim Pememangan Bupati
Tampak pada gambar Ketua PPP Wonogiri Anding Sukiman, S.Pd pakai antribut PPP, bersama Yulinadoko Wakil Bupati , Danar Rahmanto (bupati Wonogiri) dan Imawati Usawatun Chasanah, SH.M.Kn (Bendahara PPP) saat menandatangani kontrak politik dengan cabub dan cawabub

ini buktinya

ini buktinya
Ketua PPP Wonogiri yg juga sekretaris Tim Medalimas, menunjukan banrang bukti berupa baju batik yang disita oleh Tim Medali Mas saat Pemilu kada, tapi itu masa lalu yang penting sekarang maju bersama membangun wonogiri dan melupakan masa lalu, hehehehe

Ketua Umum PPP

Ketua Umum PPP
Ketua Umum PPP Surya Darma Ali saat muktamar PPP di bandung

statstik pengunjung

SRIKANDI PPP

SRIKANDI PPP
PPP sebagai partai politik senantiasa memberi peluang kepada seluruh potensi bangsa termasuk para sikandi partai, tampak Marisa Haq dan Emila Countesa, dari kalangan arti yang masuk PPP

Pemilu 2009

Pemilu 2009
Massa PPP saat mengikuti kampanye pada Pemilu Legeslatif 2009, dan siuap memenangkan pada Pemilu legeslatif 2014

Ketua DPC.PPP Kab. Wonogiri bersama istri

Ketua DPC.PPP Kab. Wonogiri bersama istri
Ketua DPC.PPP Kab. Wonogiri Anding Sukiman, S.Pd bersama Istri Dra. Dewi Purnamawati, siap memenangkan PPP Kabupaten Wonogiri Pada Pemilu 2014, berusaha membangun jaringan 3000 takmir masjid yang menyebar di seluruh kabupaten wonogiri

Follow by Email

Followers