PPP

PPP
Ka'bah, kiblat dimana kita sholat, lambang persatuan umat Islam, di sinilah kita beraqidah yang sama, membangun bangsa dan negara yang sama dengan menampatkan Islam sebagai sumber motivasi dan insfirasi setiap gerakan dan keputusan yang kita ambil
DEWAN PIMPINAN CABANG PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN KABUPATEN WONOGIRI MENGAJAK SELURUH LAPISAN MASYARAKAT MENGUKUHKAN DIRI

Thursday, 5 January 2012

            Renungan Harlah PPP ke -39
 BANYAK UMAT ISLAM YANG BINGUNG DAN BELUM TAHU JALAN PULANG KE RUMAHNYA


Oleh Anding Sukiman( Ketua PPP Wonogiri)


     Tanggal 5 Januari 2012, Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  tepat berusia 39 tahun. PPP terlahir sebagai Partai Islam dengan Kakbah sebagai lambangnya. Saya yakin selama masih mengaku dirinya Islam seseorang tidak akan menolak untuk mengakui bahwa Kakbah adalah simbol perstuan umat di seluruh dunia. Lihatlah ketika ibadah haji di laksanakan, adakah pihak yang  berani mencoba untuk berbeda paham dan aliran soal Islam di tanah haram Mekah? Kita sepakat  sejak Islam dikumandangan oleh Kanjeng nabi Muhammad SAW , 1433 tahun yang lampau tidak pernah ada jamaah yang berselisih paham di Majidil Haram di kota Suci Mekah. Ini adalah bukti pengakuan kakbah sebagai  rumah besar umat Islam, tanpa memandang warna kulit dan ras pemeluknya. Semua orang yang mengakui Alloh SWT sebagai Robbnya dan Nabi Muhammad  SAW sebagai nabinya punya ikatan persaudaraan, dan saling mengakui bahwa antar Umat Islam adalah saudara yang harus saling menjaga dan memperkuat.
     Di bawah naungan kakbah Umat Islam hidup tenteram. Bagi meraka yang belum melaksanakan Ibadah  haji, tentu belum merasakan betapa tenteramnya hidup ini berada di kawasan kota suci Mekah Al Mukharomah, apalagi bisa menjalankan sholat di bawah Kakbah. Kondisi umat Islam yang aman tenteram, damai, saling memperkuat dan saling mengasihi itulah yang diimpikan oleh Para Ulama yang tersebar di NU, Parmusi, partai Syarikat Islam, dan Partai Tarbiyah Islam. Meskipun mereka tersebar di berbagai partai politik, ternyata kodrat sebagai Insan yang bertawa kepada Alloh ternyata ada kontak batin yang begitu kuat di antara mereka, kemudian setelah  saling kontak untuk membuka hati dan menyampaikan perasaan yang sama, maka pada tanggal 5 Januari 1973, para Ulama yang tergabung di Empat Partai Politik Islam tersebut bersepakat untuk meleburkan partai yang mereka pimpin dalam sebuah wadah baru yang diberi nama PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN ( PPP)


   Cita - cita luhur dan mulia dari para Ulama tersebut di atas ternyata menghadapi ujian yang luar biasa di era pemerintahan  Orde Baru yang pernah berjaya memerintah Indonesia selama 32 tahun. Ujian itu adalah berupa  pemerintahan yang refresif yang diterapkan pemerintah repbulik Indonesia terhadap umat Islam. bentuk- bentum refresif Pemerintah terhadap umat Islam itu antara lain dengan terus dicurigainya setiap kegiatan umat Islam, baik dalam skala besar maupun kecil, bahkan pengajian di musholapun dicurigai. Para Karyawan Pemerintah (PNS) yang beragama Islam, yang menjalan ibadah sholat dicurigai sebagai penganut PPP dan tidak diberi rewart atas prestasi - prestasi yang dimiliki, bahkan tidak dinaikan pangkatnya kendati punya integritas dalam pekerjaannya secara baik. Para PNS yang beragama Islam tersebut dibawah tekanan untuk membuat surat pernyataan hanya loyal pada satu kekuatan politik Golkar ( Monoloyalitas,) bagi yang tidak maka harus mau menerima akibatnya. Diantara mereka tetap ada yang menolak membuat pernyataan monoloyalitas, tetapi akibatnya fatal karena tidak diberi job dalam pekerjaannya. sampai akhirnya yang bersangkutan prustasi.
     Untuk meyakinkan bahwa Pemerintah Orba mampu mensejahterakan rakyat, ditunjukan dengan pembangunan di pendidikan dengan dibangunnya  Sekolah Dasar Inpres (instruksi Presiden) sektor pertanian ada pembahuruan benih dengan varietas baru (IR 36, Pelita, PB dll) dibidang konservasi dibangun bendung / cekdam di banyak daerah. Dalam tempo tidak terlalu lama Pemerintah Orba mampu menunjukan kebolehannya. Upaya tersebut memperoleh kepercayaan dari sebagian masyarakat Islam, tetapi kalangan intelektual Muslim tetap menolak upaya yang dilakukan pemerintah Orba tersebut, karena mereka yang menolak tersebut tahu dari mana dana yang digunakan untuk membangun sarana dan prasana tersebut.

Islam Yes, politik No, Pembangunan Yes Politik No

    Keberhasilan yang dicapai untuk meyakinkan masyarakat Islam saat itu digunakan sebagai alat propaganda bahwa politik tidak cocok bagi bangsa Indonesia, karena yang cocok bagi bangsa Indonesia hanyalah pembangunan, sehubungan dengan itu diciptakan slogan Islam Yes Politik No, arah yang dituju adalah agar umat Islam berhenti bicara soal politik.
     Propaganda de-Islamisasi di saat itu  disamping melalui artikel di media masa, siaran radio, televisi milik pemerintah juga di jalan- jalan terbentang spanduk yang bertema " Islam yes, Politik No, Pembangunan yes Politik no'' untuk meyakinkan kalangan umat Islam, pemerintah Orba mempunyai juru bicara yang dapat dikatakan sangat handal yaitu Prof.Dr. Nurcholis Majid. Upaya meyakinkan perlunya umat Islam meninggalkan dunia politik untuk sementara berhasil, karena kebetulan pada saat yang sama pembangunan fisik berjalan sesuai yang direncanakan. Rakyat juga mulai merasakan pembaharuan sektor pertanian, pupuk an organik (Urea, KCL, dll) yang dibangun oleh pemerintah Orba mampu meningkatkan hasil pertanian.
     Merasa berhasil mendapatkan dukungan dari rakyat Pemerintah Orba dalam mengeliminasi kekuatan Islam di lakukan secara sistematis, antara lain dilakukan dengan cara mewajibkan semua ormas dan parpol berazaskan Pancasila. Ormas - ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, HMI, PII, Pemuda Anshor, Fatayat, dll semua wajib menanggalkan azas Islam dan menggantinya dengan pancasila. konsekuensi logis  kebijakan tersebut adalah bagi semua Ormas dan parpol yang tidak mau mengangganti azas maka harus membubarkan diri atau di bubarkan diri. Dikalangan Ormas, kewajiban mengangganti azas dari Islam ke Pancasila menimbulkan friksi di kalangan pengurus yang pada akhirnya menimbulkan perpecahan seperti  HMI menjadi HMI dan HMI -MPO , sedangkan PII lebih memilih bergerak di bawah tanah. Ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah lebih memilih menyelamatkan diri dengan mengganti azas tanpa friksi berarti. Sedangkan PPP timbul perpecahan juga antara bertahan pada azas Islam atau mengangganti, yang pada akhirnya lambang Kakbah di ganti dengan Bintang, sedangkan Islam di ganti dengan Pancasila.   Untuk memperkuat barisan orba, Pemerintah melalui berbagai cara juga mendirikan ormas- Ormas Islam yang menjadi pendukungnya, ormas- ormas Islam bentukan Orba tersebut seia -se kata apa kata pemerintah, Tugas mereka adalah sebagai alat pembenar atas kebijakan pemerintah. Sedangkan upaya lain untuk mengeliminasi kekauatan Islam adalah dengan melahirkan ARCA (Aliran Kepercayaan) dalam Tap MPR dan GBHN. Dengan lahirnya Arca di tap MPR dan GBHN tersebut ditengah- tengah masyarakat lahir berbagai macam Arca seperti pangestu, sangkan paraning dumadi dll
 

RUU Pendidikan menghilangkan kata kunci Agama


     Makin lama kebijakan Pemerintah Orba di rasakan oleh kalangan Islam sebagai upaya untuk membawa perjalanan bangsa ke arah negara sekuler, meskipun tetap menggunakan istilah negara pancasila. langkah tersebut sangat dirasakan oleh kalangan Islam sebagai sebuah pengkhianatan terhadap jerih paya para pendiri bangsa yang menempatakan Ketuhanan pada sila pertama.  Upaya membawa negara ke arah sekuler total tersebut dapat dilihat dari lahirnya RUU ( Rencana Undang - undang ) Pendidikan nasional. Dalam RUU Pendidikan nasional tersebut, pelajaran agama tidak masuk kurikulm pendidikan nasional karena agama dianggap sebagai hak azazi manusia sehingga tidak perlu dipaksakan dalam pengajaran di sekolah.
     Pada saat itu, PPP yang merasa sebagai wakil umat Islam tentu saja meradang. PPP secara tegas meminta kepada semua pihak agar pelajaran agama harus masuk di dalam kurikulum pendidikan nasional mulai dari TK sampai Perguruan tinggi. Bahkan lebih tegas lagi, disamping pelajaran agama harus masuk dalam kurikulum, PPP menginginkan agar dalam hal pelajaran agama, maka Guru Agama harus se agama dengan murid. Usul PPP tersebut mendapatkan dukungan dari kalangan umat Islam di luar parlemen, tetapi orang- orang Islam di kalangan parlemen yang menjadi anggota partai lain menolak usulan PPP itu diakomodasi, mereka tetap bersikeras agar pelajaran agama dilepas dari kurikulum pendidikan nasional.
     Alloh Maha Besar mendukung setiap upaya umatnya yang bersungguh- sungguh berjuang di jalan Nya, akhirnya usul PPP tentang masuknya pelajaran agama di sekolah dari TK - Perguruan tinggi diterima, tetapi usalan agar guru agama harus se agama dengan agama murid tidak disetujui dan di janjikan diatur dalam aturan pelaksanaan.


Bingung Kembali Ke rumah

     Upaya Pemerintah Orba dalam mengeliminir kekuatan Islam di Indonesia, akhirnya kena batu sandungan, hal itu ditandai dengan munculnya resesi dunia. setelah Amerika secara ekonomi ambruk diikuti gelombang badai resesi yang melanda di kawasan asia, Indonesia kena dampak yang paling serius. hutang luar Negeri yang di awalnya digunakan sebagai  peredam stabilitas politik dan cara ampuh untuk meruntuhkan kekuatan politk Islam berubah menjadi monster yang merusak seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.   banyak pihak menuding bahwa kekacauan di Indonesia akibat mampetnya saluran politik yang telah dibendung dengan segala upaya oleh pemerintah Orde baru. Setelah semua saluran macet maka akhirnya menjadi gelombang politik yang meluluh lantakan bangunan Orde baru.
     Presiden suharto sebagai simbul kekuatan orde baru akhirnya turun tahta dan di gantikan oleh BY. Habibie. Sebagai pelanjut tahta Suharto, habibie di curigai bakal melangsungkan kebijakan Suharto. Tetapi ternyata habibie lain, sebagai pengganti habibe ternyata tidak mau disimbolkan sebagai kekuatan suharto. Saat itu habibie menagmbil langkah yang melebihi perkiraan rakyat Indonesia. Langkah Presiden Habibie yang speaktakuler adalah mempercepat Pemilian Umum yang dilaksanakan pada tahun 1999 atau hanya 2 tahun setelah pemilu sebeleumnya dilaksanakan pada tahun 1997. Sebelum dilaksanakan pemilu tahun 1999, Habibie terlebih dahulu merevisi Undang-undang parpol dan golkar (UU No.3 tahun 1975) karena undang-undang tersebut di pandang sebagai penghalang demokrasi di Indonesia. Usul perubahan RUU yang dilontarkan Habibie tentu saja di sambut baik oleh PPP, yang akhirnya UU tentang parpol yang baru memberi kebebasan politik kepada seluruh rakyat untuk bergabung atau mendirikan partai politik baru.
     Situasi reformasi yang ditandai dengan runtuhnya nkekuasaan suharto dimanfaatkan betul oleh PPP antara lain melakukan usul perubahan bahkan pencabutan terhadap beberapa TAP MPR yang membelenggu umat Islam dan juga  TAP yang dapat merusak aqidah umat Islam, saat itulah ARCA yang menjadi alat untuk memojokan Islam berhasil di cabut dari ketetapan MPR.
     Umat Islam Indonesia yang merasa mendapatkan kebebasan setelah selama lebih dari 32 tahun terkekang aspirasi politkinya merasa mendapat kemerdekaan. Tetapi setelah terbebas dari belenggu kekuasaan umatg  Islam tampaknya lupa dimana rumah yang pada tanggal 5 januari 1975 dibangun oleh orang tua mereka.(maksudnya rumah besar umat Islam : PPP) . Karen bingung mencari rumah orang tuanya, maka umat Islam yang kebingungan tersebut lalu mendirikan rumah- rumah baru dengan bangunan se adanya. Mereka mendirikan PBB, PSII, PKB, Abul yatama, PAN, PK,Masyumi baru, dll jumlahnya sangat banyak.
     Kesibukan mendirikan rumah- rumah baru (baca partai baru) menjadikan umat Islam lupa terhadap agenda baser berupa membangun kembali peradapan yang sesuai dengan nomr-norma Islam yang sejak bertahun - tahun diperjuangkan oleh PPP sebagai pelanjut perjuangan para pendahulunya. Umat Islam sudah mulai melupakan tentang sikap PPP yang tetap memperjuangkan perlunya guru agama harus sesuai agama murid yang terhenti sampai pada undang- undang. Umat Islam juga mulai melupakan sistem eknomi Islam yang dulu diperjuangkan PPP. Gelombang kebebasan betul-betul menjadikan umat Islam menjadikan lupa diri.
    Setelah persiapan di anggap matang, pemerintah habibie mengadakan Pemilu Pertama di era reformasi yang dilaksanakan pada tahun 1999, alhasil pemenangnya bukan PPP yang sudah kembali menjadi partai Islam dengan lambang kakbahnya, atau partai-partai Islam yang baru dirikan tetapi yang menang adalah PDIPI di bawah pimpinan Megawati. Kekalahan tersebut membuat umat islam terseok-seok di parlemen dan akhirnya merekan membangun kekuatan koalisi dan mengusung Abdurrahman wahid menjadi presiden tetapi akhirnya harus mundur dan digantikan Megawati.
     kekalahan politik tahun 1999 ternyata tidak membuat sadar para tokoh umat islam, merka masih bersemangat dengan ego masing- masing bahkan PPP yang sudah kecil karena digerogoti oleh parpol-parpol baru dipecah lagi dengan lahirnya PBR , umat islam kembali menelan kekalahan dan terakhir pada pemilu 2009, umat Islam kembali dikalahkan partai sekuler bernama Demokrat.
     Kini umat Islam masih belum merasa kalah, namun PPP yang punya tanggung jawab moral untuk mengembalikan kejayaan umat islam kembali menyadarkan kepada seluruh kekuatan Islam untuk kembali ke rumah besar yang dibangun para pendahulunya yaitu PPP. Semoga, kekalahan demi kekalahan yang diderita umat Islam mampu menyadarkan mereka dan bersatu untuk memeperkuat PPP pada pemilu 2014.
     Jayalah PPP dan jayalah umat Islam Indonesia. selamat berjihat di bawah naungan kakbah, selamat bertasbih di rumah besar umat Islam, selamat berzikir si bawah bendera hijau kembalikan kejayaan Islam, kembalikan kejayaan PPP sebagai rumah besar Umat Islam, Selamat Milad PPP yang ke -39***
   

No comments:

Post a Comment

Membuka Musywil PPP

Membuka Musywil PPP
Ketua Umum PPP Surya darama ali saat membuka musywil PPP Jawa tengah

Ahmad yani, SH, MH tokoh muda PPPyang vokal di senayan

Ahmad yani, SH, MH tokoh muda PPPyang vokal di senayan

Kompak bersama Tim Pememangan Bupati

Kompak bersama Tim Pememangan Bupati
Tampak pada gambar Ketua PPP Wonogiri Anding Sukiman, S.Pd pakai antribut PPP, bersama Yulinadoko Wakil Bupati , Danar Rahmanto (bupati Wonogiri) dan Imawati Usawatun Chasanah, SH.M.Kn (Bendahara PPP) saat menandatangani kontrak politik dengan cabub dan cawabub

ini buktinya

ini buktinya
Ketua PPP Wonogiri yg juga sekretaris Tim Medalimas, menunjukan banrang bukti berupa baju batik yang disita oleh Tim Medali Mas saat Pemilu kada, tapi itu masa lalu yang penting sekarang maju bersama membangun wonogiri dan melupakan masa lalu, hehehehe

Ketua Umum PPP

Ketua Umum PPP
Ketua Umum PPP Surya Darma Ali saat muktamar PPP di bandung

statstik pengunjung

SRIKANDI PPP

SRIKANDI PPP
PPP sebagai partai politik senantiasa memberi peluang kepada seluruh potensi bangsa termasuk para sikandi partai, tampak Marisa Haq dan Emila Countesa, dari kalangan arti yang masuk PPP

Pemilu 2009

Pemilu 2009
Massa PPP saat mengikuti kampanye pada Pemilu Legeslatif 2009, dan siuap memenangkan pada Pemilu legeslatif 2014

Ketua DPC.PPP Kab. Wonogiri bersama istri

Ketua DPC.PPP Kab. Wonogiri bersama istri
Ketua DPC.PPP Kab. Wonogiri Anding Sukiman, S.Pd bersama Istri Dra. Dewi Purnamawati, siap memenangkan PPP Kabupaten Wonogiri Pada Pemilu 2014, berusaha membangun jaringan 3000 takmir masjid yang menyebar di seluruh kabupaten wonogiri

Baris

Loading...

nguri uri kabudayan jawi

Loading...

Pengajian KH Manarul Hidayat

Loading...
Loading...
Loading...

Follow by Email

Followers